Minggu, 02 Januari 2011

Adab Berpakaian dan Makan Menurut Islam

ADAB BERPAKAIAN DAN MAKAN MENURUT ISLAM

Ayat tersebut merupakan ayat ke-31 dari surat Al ‘Araf yang diturunkan di Mekkah, sehinggatermasuk ke dalam surat Makkiyah. Ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan suatu kejadian, yaitu kebiasaan orang-orang jahiliyyah yang menunaikan thawaf disekeliling ka’bah tanpa menggunakan busana sama sekali dengan sengaja. Riwayat lain menyebutkan bahwa ayat tersebut turun ketika beberapa sahabat nabi bermeksud meniru kelompok al-hummas (kelompok suku quraiys yang keturunannya sangat menggebu-gebu semangat beragamanya sehingga enggan berthawaf kecuali memakai pakaian baru yang belum pernah dipakai melakukan dosa, serta sangat ketat dalam memilih makanan serta kadarnya dalam melaksanakan ibadah haji). Sementara sahabat Nabi SAW berkata: “kita lebih wajar melakukan hal demikian daripada al-hummas”.
Ayat tersebut turun untuk menegur dan member petunjuk tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan. Di dalamnya, Allah memberikan petunjuk kepada seluruh manusia mengenai urusan pakaian dan makanan, karena pkaian dan makanan merupakan kebutuhan manusia yang sangat pentig.
Maksud dari “zinatun” pada ayat tersebut adalah pakaian yang bagus, yaitu pakaian yang menutupi aurat, yang bersih, dan suci. Berdasarkan firman Allah tersebut maka disunahkan untuk mempercantik dirisetiap melakukan shalat, terutama shalat jumat dan hari-hari lain yang diagungkan misalnya hari raya, dengan memakai parfum dan bersiwak sebagai pelengkapnya. Sedangkan pakaian yang paling bagus adalah pakaian yang berwarna putih, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Abbas:
“kenakanlah pakaianmu yang berwarna putih, karena ia merupakan pakaian yang paling baik”
Fungsi pakaian yang terpenting, yaitu untuk mentupi aurat atau bagian tubuh yang tidak boleh dilihat oleh orang lain, yang harus ditutup terutama ketika mengerjakan shalat. Disamping itu, pakaian juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari kuman-kuman penyakit, udara, dingin yang semuanya itu dapat menyebabkan penyakit. Diataranya seperti akibat dari pemanasan global; sinar matahari yang langsung mengenai tubuh kita dapat menyebabkan kanker kulit.
Petunjuk Allah SWT dalam QS.Al A’raf ayat 31 tentang makan dan minum adalah tidak melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan. Tujuan makanan dalam islam yaitu, untuk mempertahankan kehidupan dan menjamin kondisi tubuh agar selalu sehat dan kuat untuk bekerja dan beribadah, sehingga kita semua dianjurkan untuk menjaga keseimbangan makanan, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Miqdad bin Ma’di Karib, aku mendengar rasulullah SAW bersabda :
“ Tiada tempat paling buruk selain perut yang diisi oleh manusia. Cukuplah bagi manusia beberapa suapan sekedar untuk menegakkan tulang iganya. Jika dia mengisi perutnya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk pernapasan (udara).”
Tidak berlebih-lebihan artinya tidak melampaui batas seperti maksud dari kandungan dalam QS.Al A’raf ayat 31, yaitu tidak melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak melampui batas-batas makanan dan minuman yang dihalalkan. Adapu batasannya yaitu:
• Batas alami (lapar, haus, kenyang)
Makan dan minum akan berguna apabila sekedar untuk menghilangkan rasa lapar dan haus, makan ketika merasa lapar, dan berhenti setelah merasa kenyang meskipun masih enak. Dan minum ketika merasa haus cukup sekedar menghilagkan kehausan.
• Batas Ekonomi
Pengeluaran sesorang hendaknya disesuaikan dengan pendapatan ekonominya, tidak terlalu iri dan tidak terlalu boros.
• Batas Syara’
Allah telah mengharamkan beberapa jenis makanan dan juga jenis minuman. Memilih mana yang halal dan mana yang haram merupakan kewajiban umat islam agar tidak melanggar batas-batas sayara’ yang dilaranng Allah.

Sesorang perlu makan dan minum untuk menjaga agar tubuhnya tetap dapat melakukan segala proses fisiologis khususnya beribadah kepada Allah. Hal ini dikarenakan, makanan berfungsi untuk membina dan membangun tubuh, menggantikan sel-sel yang rusak, menghasilkan energy dan kalor, dan melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit. Yang dimaksud dengan makanan dalam ilmu kesehatan adalah setiap substrat yang digunakan untuk proses di dalam tubuh, terutama untuk membangun dan memperoleh tenaga bagi kesehatan sel. Makanan dikatakan bergizi jika mengandung zat makanan yang cukup dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makanan yang kita konsumsi setiap hari terbagi terbagi menjadi beberapa golongan yaitu kabohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air, dan oksigen, serta makanan yang berserat. Sumber zat-zat makanan tersebut dapat diperoleh dari biji-bijian, umbi-umbian, kacang-kacangan, sayur mayur, buah-buahan, daging, ikan, susu, serta golongan minyak.
Penggalan QS. Al A’raf ayat ke 31 tersebut merupakan salah satu prinsip yang diletakkan agama menyangkut kesehatan yang juga telah diaki oleh para ilmuwan terlepas apapun pandangan agama mereka. Kita harus beryukur terhadap penelitian-penelitian ilmiah yang telah dilakukan, karena saat ini telah berhasil dianalisis unsure-unsur yang terdapat dalam jenis makanan, serta melaraskannya dengan kebutuhan tubuh kita.
Allah melarang kita untuk tidak makan dan minum secara berlebihan karena hal tersebut memang benar-benar sangat bermanfaat bagi kita. Hal ini dikarenakan, akibat berlebih-lebihan dalam makan dan minum sangat besar bahayanya bagi tubuh, diantaranya dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran dan alat pencernaan yang dapat berpengaruh pula terhadap organ-organ tubuh lainnya. Misalnya kegemukan; disebabkan oleh berlebih dalam mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi, yang nantinya juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi, rasa nyeri yang mencekam pada dada (anging pectoris), dan pembekuan pada pembuluh darah yang ahirnya dapat menyebabkan penyakit jantun. Hal ini terjadi karena lemak hewan dapat membantu meresapnya kolesterol ke dinding pembuluh-pembuluh darah (arteri) sehingga dalam hal ini kerja jantung menjadi lebih berat. Padahal jantung merupakan organ yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan merupakan salah satu organ tubh yang bekerja tanpa henti. Semakin bertambah berat badan kita dan melebihi batas normal, maka organ-organ vital pada tubuh akan memikul beban yang sangat berat pula. Semakin ringan beban yang dipikul oleh anggota tubuh, keselamatan dan kesehatannyapun akan terjaga dan bertambah panjang.
Diantara bahaya kegemukan yang lainnya adalah timbulnya berbagai penyakit yang sulit diobati meskioun dengan cara operasi, seperti ganguan persendian, gangguan kantung empedu beserta gelembungnya, pembengkaka pada organ-organ jantung, dan pengerutan pada dada. Selain itu, lever juga merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh berlebihnya dalam mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung lemak, sehingga menyebabkan kegagalan pada tugas-tugas yang memberikan energy pada hati.
Begitu banyaknya akibat berlebih dalam hal makan dan minum sehingga dapat menyebabkan gangguan alat-alat dan saluran pencernaan. Untuk mengatasi hal tersebut, hal yang perlu dilakukan adalah mengubah gaya hidup, dengan makan secukupnya sesuai dengan kebutuhan tubuh kita, dan istirahat yang memadai. Kita harus menhindari makan makanan yang dapat mengakibatkan kegemukan dan makanan yang berlemak tinggi, tidak menambah porsi makan setelah kenyang yang dapat merusak fungsi hati, pembuluh darah, dan jantung. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum serta membiasakan pola hidup sehat untuk kesehatan tubuh kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar